Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penebangan pohon rawan tumbang di sepanjang ruas Jalan Tutuyan berjalan sesuai prosedur, Senin (5/1/2025).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana daerah guna melindungi keselamatan masyarakat, khususnya para pengguna jalan, di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Peninjauan dilakukan secara langsung oleh bupati bersama jajaran teknis terkait.
Sejumlah pohon besar yang berada di tepi jalan utama dinilai berpotensi membahayakan karena kondisi batang yang rapuh serta posisi yang rawan tumbang saat hujan deras dan angin kencang.
Jalan Tutuyan sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan pusat pemerintahan dengan kawasan pemukiman dan aktivitas ekonomi warga.
Dalam keterangannya, Oskar Manoppo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Boltim.
Menurutnya, langkah penebangan pohon bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari kebijakan preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas dan bencana alam.
“Pemerintah daerah tidak boleh menunggu sampai terjadi korban. Penebangan pohon ini merupakan langkah pencegahan agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujar Oskar di sela-sela peninjauan.
Ia menambahkan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu dengan intensitas hujan tinggi menuntut pemerintah daerah untuk bertindak cepat dan tepat. Keberadaan pohon-pohon tua di sepanjang jalan utama dinilai dapat menjadi ancaman serius apabila tidak segera ditangani.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim, Fitra Damopolii, menjelaskan bahwa penebangan difokuskan pada pohon-pohon di wilayah ibu kota kecamatan yang memiliki potensi tumbang dan membahayakan pengguna jalan. Proses penebangan dilakukan secara selektif dengan memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.
“Pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah kami identifikasi berisiko tinggi. Ini merupakan hasil pemantauan lapangan dan laporan masyarakat,” jelas Fitra.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Boltim sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
BPBD Boltim, lanjut Fitra, akan terus melakukan pemetaan titik-titik rawan bencana, khususnya di jalur transportasi utama dan kawasan permukiman.
Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon atau kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Dengan langkah mitigasi ini, Pemerintah Kabupaten Boltim berharap dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta menekan potensi kecelakaan dan kerugian akibat bencana alam.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui tindakan nyata yang berorientasi pada keselamatan dan kepentingan publik.












