Udara pagi di Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terasa berbeda, Minggu (1/9).
Ratusan warga tumpah ruah di halaman tanah lapang yang akan segera menjadi fondasi rumah ibadah baru: Masjid Darul Ullum.
Senyum bahagia, doa, dan harapan bercampur menjadi satu ketika Bupati Boltim, Oskar Manoppo, memimpin prosesi peletakan batu pertama.
Suasana kian khidmat saat lantunan doa dipanjatkan oleh tokoh agama. Bupati Oskar, didampingi Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, serta jajaran pejabat daerah, tampak larut dalam momen penuh makna ini. Panitia pembangunan dan masyarakat setempat menyambutnya dengan penuh rasa syukur.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pembangunan masjid bukan sekadar proyek fisik, melainkan bukti komitmen pemerintah untuk menjaga iman, moral, dan kerukunan umat beragama.
“Pemerintah daerah selalu merespons setiap pembangunan rumah ibadah, baik masjid maupun gereja. Karena tempat ibadah adalah pusat pembinaan iman, moral, sekaligus penguat persaudaraan umat,” ungkapnya dengan penuh ketulusan.
Ia menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga simbol persatuan dan pusat kegiatan keagamaan yang akan melahirkan generasi berakhlak mulia.
Bupati juga memberi dorongan khusus kepada panitia pembangunan agar prosesnya dapat berjalan terencana dan cepat.
“Saya minta panitia segera menyusun proposal resmi, sehingga bisa masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026. Insya Allah, masjid ini akan menjadi rumah Allah yang membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat Bongkudai,” ujarnya.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.
Tak sedikit warga terlihat menitikkan air mata haru, karena keinginan memiliki masjid yang lebih representatif akhirnya mulai terwujud.
Peletakan batu pertama ini, menurut Oskar, bukan hanya awal pembangunan fisik.
Lebih dari itu, ia menilai langkah ini sebagai lahirnya semangat baru masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Pembangunan keagamaan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari visi besar Boltim. Kita ingin daerah ini sejahtera, damai, dan diberkahi,” tegasnya.
Dengan hadirnya masjid baru, pemerintah berharap Desa Bongkudai bisa menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan di wilayah Modayag Barat.
Selain itu, masjid ini juga diproyeksikan sebagai sarana pembinaan generasi muda agar tumbuh dalam lingkungan yang religius.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri pula oleh para pejabat penting daerah, di antaranya Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, para asisten, tenaga ahli bupati, serta pimpinan SKPD.
Kehadiran mereka dianggap sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan berbasis keagamaan.
“Ini bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan spiritual masyarakat,” kata seorang tokoh agama setempat.
Bagi warga Bongkudai, pembangunan Masjid Darul Ullum adalah mimpi besar yang akhirnya terwujud.
Salah satu panitia pembangunan, mengaku lega sekaligus bangga karena perjuangan panjang masyarakat kini mendapat restu pemerintah daerah.
“Kami sudah lama bermimpi punya masjid yang layak, alhamdulillah hari ini dimulai. Semoga prosesnya lancar sampai selesai,” tuturnya.
Kini, masyarakat Bongkudai menyatukan tekad untuk bergotong-royong mendukung pembangunan masjid ini.
Harapan mereka, masjid Darul Ullum bisa segera berdiri kokoh dan menjadi pusat kebaikan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Peletakan batu pertama oleh Bupati Oskar Manoppo pun tercatat bukan hanya sebagai peristiwa pembangunan, tetapi juga sebagai simbol eratnya kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga nilai iman serta kerukunan di tanah Boltim.












