Hari libur biasanya dimanfaatkan kepala daerah untuk beristirahat.
Namun, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, justru memilih turun langsung ke lapangan.
Sabtu siang itu, ia meninjau Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Desa Tutuyan, Kecamatan Tutuyan, yang sudah penuh hingga menutup akses jalan masuk.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga.
Lubang TPS tidak lagi bisa digunakan karena tertimbun sampah yang menumpuk.
Mendapat laporan itu, Bupati Oskar segera mengambil langkah cepat.
Ia langsung menghubungi pemilik alat berat untuk menurunkan excavator ke lokasi.
“Saya langsung meminta excavator diturunkan untuk membuka jalan masuk agar masyarakat bisa kembali membuang sampah di lokasi yang sudah disiapkan,” kata Oskar di lokasi peninjauan.
Tak berselang lama, excavator tiba dan mulai bekerja. Tumpukan sampah yang semula menutup jalan masuk perlahan dibersihkan.
Materialnya kemudian dipindahkan ke lubang pembuangan sementara.
Meski langkah itu dinilai efektif untuk meredakan masalah, Oskar menegaskan penanganan tersebut masih bersifat sementara.
“Ini bukan solusi akhir. Setidaknya masyarakat punya tempat sementara untuk membuang sampah. Saya berharap dengan adanya lubang pembuangan sementara ini tidak ada lagi sampah berserakan di jalur dua Tutuyan,” tegasnya.
Menurut Bupati, masalah sampah di ibu kota kabupaten memang harus ditangani serius.
Ia menyebut perlunya upaya jangka menengah sembari menunggu pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ia mendorong setiap kecamatan menyiapkan TPS darurat agar penanganan sampah tidak bergantung pada satu titik.
“Kalau semua menunggu TPST dan TPA selesai, sampah akan menumpuk di mana-mana. Jadi, TPS darurat ini solusi realistis dulu,” jelasnya.
Langkah itu sekaligus menjadi strategi agar masyarakat tetap memiliki fasilitas pembuangan yang tertata.
Dengan begitu, masalah sampah tidak semakin meluas dan lingkungan tetap terjaga kebersihannya.
Dalam kunjungannya, Oskar juga memberi perhatian khusus pada peran masyarakat.
Ia mengapresiasi Koperasi Desa Merah Putih Tutuyan III yang selama ini aktif membantu mengelola layanan angkutan sampah.
“Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan di Tutuyan Bersatu. Silakan terus berjalan selama tujuannya positif,” ucapnya.
Ucapan itu disambut hangat Ketua Koperasi Desa Merah Putih Tutuyan III, Rits Rumewo.
Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Boltim, terutama bantuan kendaraan dump truck yang memperlancar kegiatan pengangkutan sampah di Tutuyan III, Tutuyan, dan Tutuyan II.
“Tanpa dukungan pemerintah daerah, koperasi tidak akan mampu maksimal melayani masyarakat. Dengan adanya kendaraan operasional ini, kami bisa mengatur ritme pengangkutan sampah dengan lebih baik,” kata Rits.
Kehadiran langsung Bupati di lapangan menuai apresiasi warga.
Di tengah hari libur, kehadirannya dinilai menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan ibu kota kabupaten.
Masyarakat berharap langkah itu menjadi pintu awal untuk perbaikan sistem pengelolaan sampah di Boltim.
Sebab, persoalan sampah bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kelayakan lingkungan tempat tinggal.
Dengan kombinasi kerja sama pemerintah daerah, alat berat, serta dukungan koperasi desa, penanganan sampah di Tutuyan perlahan mulai terkendali.
Meski baru sebatas solusi darurat, langkah cepat ini menjadi sinyal positif bahwa kebersihan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas.












