Wali Kota Kotamobagu Tinjau Jalan dan Pasar Poyowa Kecil

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Pasar Poyowa Kecil, Selasa (9/9/2025) pagi, terasa berbeda dari biasanya.

Di tengah deretan kios sayur, pedagang ikan, dan hiruk-pikuk pembeli, terlihat sosok Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib berjalan menyusuri lorong pasar.

Bukan sekadar kunjungan seremonial, langkah Wali Kota hari itu memiliki tujuan jelas: memastikan bahwa program-program pemerintah daerah benar-benar berjalan tepat sasaran dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan pasar, menjadi perhatian utama pemerintah kota.

Jalan akses menuju Pasar Poyowa Kecil kini tengah dalam tahap pemeliharaan.

Wali Kota menekankan bahwa perbaikan infrastruktur bukan hanya soal estetika atau memenuhi target proyek, melainkan soal menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

“Program yang kami jalankan harus sesuai perencanaan dan memberikan manfaat langsung. Karena itu, saya ingin melihat sendiri bagaimana progres di lapangan,” ujar Wali Kota saat ditemui di lokasi.

Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota juga menyoroti masalah drainase.

Hal ini diamini oleh Kepala Dinas PUPR Kotamobagu, Claudy Mokodongan, yang menegaskan bahwa perhatian utama pemerintah adalah memastikan saluran air berfungsi baik.

“Kalau jalan sudah diperbaiki tapi drainase tidak lancar, maka jalan cepat rusak. Tahun ini baru sebagian yang dikerjakan karena keterbatasan anggaran. Insya Allah tahun depan seluruh akses pasar bisa rampung,” jelas Claudy.

Drainase yang baik memang menjadi kunci.

Tanpa saluran air yang memadai, banjir kecil bisa menggenangi area pasar, menghambat aktivitas pedagang, bahkan mempercepat kerusakan jalan yang baru dibangun.

Dengan begitu, pembangunan drainase bukan sekadar tambahan, tetapi fondasi utama ketahanan infrastruktur kota.

Pasar tradisional seperti Poyowa Kecil adalah denyut nadi ekonomi masyarakat Kotamobagu. Setiap hari, ratusan pedagang menggantungkan hidup di sana.

Dari pedagang sayur keliling hingga pemilik kios besar, semua berharap pasar bisa memberikan akses yang lebih baik bagi peningkatan pendapatan mereka.

“Kami menyerap langsung aspirasi pedagang. Apa yang perlu ditingkatkan, apa yang mereka butuhkan, semua harus didengar,” kata Wali Kota.

Bagi pedagang, kehadiran pemerintah langsung ke lapangan memberikan rasa optimisme.

“Kalau jalan masuk pasar diperbaiki, pembeli akan lebih banyak datang. Hasil jualan juga bisa meningkat,” ungkap salah satu pedagang ikan.

Wali Kota menegaskan, pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan masyarakat.

Program yang dirancang di atas meja harus diuji dengan kenyataan di lapangan.

Inilah mengapa kunjungan ke pasar menjadi penting, bukan hanya mengecek progres proyek, tetapi juga menyerap aspirasi pedagang secara langsung.

Beberapa pedagang meminta tambahan fasilitas umum seperti toilet bersih, penataan kios agar lebih rapi, serta penerangan jalan di area pasar.

Semua aspirasi itu dicatat untuk bahan evaluasi dan perencanaan pemerintah daerah.

“Kalau pasar lebih tertata, pembeli lebih nyaman, otomatis pendapatan pedagang juga naik. Itu tujuan utama kami,” ucap Wali Kota.

Dalam kunjungan ini, Wali Kota tidak datang sendirian. Sejumlah pejabat penting ikut mendampingi, di antaranya Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, Asisten 2 Adnan Masinae, Asisten 3 Moch. Agung Adati, serta Staf Khusus Wali Kota, Widdy Mokoginta dan Supardi Bado.

Hadir juga Camat Kotamobagu Selatan Rinra Lamaka, Sangadi Poyowa Kecil Habel Lokiman, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa pembangunan pasar bukan hanya urusan satu dinas, melainkan kerja kolaboratif lintas sektor.

Dari PUPR yang menangani fisik jalan, hingga dinas perdagangan yang mengatur tata kelola pasar, semua memiliki peran.

Meski semangat pembangunan tinggi, keterbatasan anggaran tetap menjadi tantangan utama.

Tahun ini, anggaran hanya cukup untuk memperbaiki sebagian jalan dan drainase.

Namun, pemerintah berkomitmen melanjutkan sisanya tahun depan.

Strategi bertahap ini dianggap lebih realistis dibanding memaksakan penyelesaian yang berisiko menurunkan kualitas pekerjaan.

“Lebih baik dikerjakan bertahap tapi hasilnya maksimal, daripada cepat selesai tapi kualitas rendah,” ujar Claudy Mokodongan.

Strategi pembangunan bertahap ini juga mencerminkan prinsip kehati-hatian pemerintah dalam mengelola dana publik.

Bagi sebagian orang, pemeliharaan jalan dan pasar mungkin terdengar sepele.

Namun, di balik itu ada dampak ekonomi yang besar.

Jalan yang baik memperlancar distribusi barang, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing pedagang lokal.

Sementara pasar yang tertata rapi meningkatkan kenyamanan pembeli, yang pada akhirnya mendongkrak omzet pedagang.

Tak heran, Wali Kota memilih turun langsung ke pasar. Sebab, di sinilah denyut ekonomi masyarakat terasa nyata.

Dengan perbaikan bertahap dan fokus pada drainase, pemerintah berharap Pasar Poyowa Kecil bisa menjadi contoh pasar tradisional modern yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Pedagang pun bisa menikmati dampak langsung berupa peningkatan penghasilan, sementara masyarakat mendapat fasilitas pasar yang lebih nyaman.

“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga pembangunan ekonomi masyarakat. Kalau pedagang sejahtera, maka ekonomi Kotamobagu akan ikut tumbuh,” tegas Wali Kota.

Kunjungan Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, ke Pasar Poyowa Kecil menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya angka di APBD, melainkan soal manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dari drainase hingga jalan, dari kios hingga aspirasi pedagang, semua menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah memilih strategi bertahap, namun tetap memastikan kualitas dan manfaat jangka panjang.

Dengan begitu, Pasar Poyowa Kecil bukan hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga simbol nyata pembangunan ekonomi rakyat di Kotamobagu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Suasana Haru Wisuda IAI Kotamobagu, Bupati Boltim Beri Pesan Inspiratif
Wali Kota Weny Gaib Sampaikan Usulan Besar Infrastruktur Kotamobagu ke Kementerian PUPR
Tim Pantera Bubarkan Pesta Miras Anak Muda di Puncak Ilongkow Kotamobagu
Aksi Damai Mahasiswa di Kotamobagu Berlangsung Kondusif, Kapolres Sampaikan Ini?
Tokoh Bolmong Raya Imbau Warga Jaga Kondusivitas, Jangan Terprovokasi Isu Negatif
Wali Kota Kotamobagu Hadiri Rakornas Produk Hukum Daerah 2025 di Kendari
Harga Beras Tinggi, Polwan Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Kotamobagu
Kapolres Kotamobagu Pantau Aksi Damai Mahasiswa, Sampaikan Belasungkawa untuk Driver Ojol di Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 10 September 2025 - 19:04

Wali Kota Kotamobagu Tinjau Jalan dan Pasar Poyowa Kecil

Sabtu, 6 September 2025 - 16:28

Suasana Haru Wisuda IAI Kotamobagu, Bupati Boltim Beri Pesan Inspiratif

Kamis, 4 September 2025 - 21:37

Wali Kota Weny Gaib Sampaikan Usulan Besar Infrastruktur Kotamobagu ke Kementerian PUPR

Selasa, 2 September 2025 - 19:25

Tim Pantera Bubarkan Pesta Miras Anak Muda di Puncak Ilongkow Kotamobagu

Senin, 1 September 2025 - 22:10

Aksi Damai Mahasiswa di Kotamobagu Berlangsung Kondusif, Kapolres Sampaikan Ini?

Berita Terbaru