Suasana penuh sukacita membungkus Desa Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), ketika perayaan Pengucapan Syukur Tutuyan Bersatu digelar.
Tidak hanya sebagai ajang ritual tahunan, momen ini menjadi wadah kebersamaan, persaudaraan, dan ungkapan rasa syukur masyarakat.
Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, hadir bersama istri tercinta, Ny. Lucia K. Sumaiku-Mokoginta, yang juga menjabat sebagai Sekretaris TP-PKK Boltim.
Kehadiran pasangan ini disambut hangat warga, sejak pertama kali menapakkan kaki di Tutuyan.
Tak hanya datang sebagai tamu kehormatan, Argo dan istri tampil sederhana dan apa adanya.
Mereka berjalan berdampingan bersama masyarakat, menyapa, bercengkerama, hingga berbaur di setiap rumah yang terbuka menyambut para pengunjung.
Di sela-sela kegiatan, hadir pula Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Angel Wenas, yang turut larut dalam suasana penuh kegembiraan.
Momentum Pengucapan Syukur Tutuyan terasa begitu spesial. Di setiap sudut desa, masyarakat membuka pintu rumah dengan penuh keramahan.
Beragam hidangan khas disajikan, mulai dari nasi jaha, ayam rica-rica, hingga aneka kue tradisional.
Wabup Argo bersama sang istri tidak segan mencicipi sajian warga.
Mereka tampak menikmati kebersamaan itu sembari berbincang ringan.
Senyum dan sapaan akrab yang terjalin mencerminkan hubungan antara pemimpin dan rakyatnya yang begitu dekat.
“Pengucapan Syukur bukan hanya soal makanan atau perayaan semata. Ini tentang kebersamaan, tentang rasa syukur, dan tentang bagaimana kita mempererat tali persaudaraan,” ujar salah satu warga Tutuyan yang hadir.
Kehadiran Argo Sumaiku dalam momen ini mendapat sorotan positif dari warga.
Bagi masyarakat, sosok Wabup Argo tampil sebagai pemimpin yang merangkul dan tidak berjarak.
Ia tidak hanya menghadiri acara formal, tetapi benar-benar turun menyapa rakyat kecil, mendengar cerita, dan merasakan suasana yang sama.
Kebersamaan ini menjadi simbol kepemimpinan yang humanis.
Di tengah dinamika pembangunan, kehadiran pemimpin yang dekat dengan masyarakat memberi energi positif untuk terus membangun Boltim.
Pengucapan Syukur di Tutuyan sejatinya bukan hanya tradisi turun-temurun, melainkan juga momentum untuk memperkuat ikatan sosial.
Masyarakat dari berbagai kalangan, baik pemerintah, legislatif, maupun warga, larut dalam suasana persaudaraan.
Acara ini menjadi refleksi rasa syukur atas hasil panen, kesehatan, hingga kebersamaan yang terjaga.
Lebih jauh, momen ini juga memperkokoh gotong royong yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah.
Dari Tutuyan, gema semangat #BoltimBangkit terus menggema.
Tagar ini tidak sekadar slogan, melainkan harapan bersama bahwa Boltim akan terus melaju ke arah yang lebih baik: maju, sejahtera, dan penuh persaudaraan.
Masyarakat percaya, dengan kebersamaan dan dukungan dari pemerintah serta seluruh elemen, Bolaang Mongondow Timur bisa menatap masa depan dengan optimisme.
Pengucapan Syukur Tutuyan Bersatu pun menegaskan satu hal: bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan dengan doa, tetapi juga lewat tindakan nyata mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan menjaga keharmonisan.
Seiring senja menutup hari, senyum warga Tutuyan masih terlihat jelas.
Momen ini bukan sekadar perayaan sesaat, melainkan jejak kehangatan yang akan terus terpatri sebagai fondasi kokoh untuk membangun Boltim.












