Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, meninjau langsung progres pembangunan tanggul pengaman sungai di Desa Buyat Tengah, Kecamatan Kotabunan, Sabtu (1/11/2025).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai standar dan jadwal yang telah ditetapkan.
Proyek pembangunan tanggul tersebut dirancang untuk melindungi permukiman warga dari ancaman banjir yang kerap melanda kawasan Buyat saat musim hujan.
Dengan panjang 105 meter dan waktu pengerjaan selama 80 hari kalender, proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boltim Tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, Bupati Oskar Manoppo terlihat meninjau setiap sisi pekerjaan dan berdialog langsung dengan pelaksana proyek.
Ia meminta agar seluruh proses pengerjaan dilakukan secara profesional dan memperhatikan kualitas konstruksi.
“Pembangunan tanggul ini sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan warga di sekitar bantaran sungai. Saya minta agar pelaksana pekerjaan bekerja dengan penuh tanggung jawab, memperhatikan kualitas, dan menyelesaikannya tepat waktu,” tegas Oskar Manoppo.
Menurutnya, tanggul yang dibangun tidak hanya menjadi solusi sementara, melainkan upaya jangka panjang dalam mencegah banjir dan memperkuat sistem pengendalian bencana di wilayah pesisir selatan Boltim.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan masyarakat agar pembangunan berjalan sesuai harapan.
“Kami akan terus hadir memastikan setiap program pembangunan berjalan dengan baik. Tanggul ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi banjir yang selama ini meresahkan warga,” tambahnya.
Selain meninjau pekerjaan, Oskar juga berdiskusi dengan warga sekitar yang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah.
Warga berharap pembangunan ini dapat segera rampung dan memberikan perlindungan nyata bagi mereka, terutama saat curah hujan tinggi.
Proyek tanggul Buyat Tengah menjadi bagian dari agenda prioritas Pemkab Boltim dalam penguatan infrastruktur mitigasi bencana tahun 2025.
Pemerintah juga berencana melanjutkan pembangunan serupa di beberapa titik rawan banjir lain di wilayah Kotabunan dan sekitarnya.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah Tenaga Ahli Bupati, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta pemerintah desa setempat.
Semua pihak berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai rencana dan bisa selesai tepat waktu.
Dengan hadir langsung di lapangan, Bupati Oskar menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam membangun Boltim yang tangguh terhadap bencana sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.












