Suasana Senin pagi di halaman Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terasa lebih khidmat dari biasanya.
Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak berdiri tegak mengikuti apel kerja yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boltim, M. Iksan Pangalima.
Dengan langkah pasti dan suara tegas, Sekda membuka apel dengan pesan penting: ASN harus kembali ke jati diri sebagai abdi negara yang tunduk pada aturan dan berintegritas dalam bekerja.
“Sebagai ASN, mari kita kembali ke khitah bahwa ASN adalah abdi negara yang patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Jika kita taat pada aturan, maka berbagai persoalan dapat dihindari,” ujar Iksan dalam sambutannya.
Kalimat itu disampaikan dengan nada penuh penegasan, menandakan pentingnya disiplin dan kepatuhan sebagai fondasi utama dalam pelayanan publik.
Sekda menekankan bahwa ketaatan pada regulasi bukan sekadar formalitas birokrasi, tetapi merupakan cerminan etika profesi dan tanggung jawab moral setiap ASN.

Ia mengingatkan bahwa tugas aparatur bukan hanya melaksanakan perintah, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Lebih jauh, Iksan menggarisbawahi pentingnya setiap perangkat daerah untuk melakukan evaluasi kinerja secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Saya mengingatkan kepada kita semua, khususnya teman-teman perangkat daerah, agar senantiasa melakukan evaluasi terhadap bawahan masing-masing,” ujarnya.
Evaluasi itu, kata dia, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memperbaiki dan memperkuat kualitas kerja agar setiap unit organisasi mampu berjalan efektif dan efisien.
Apel kerja yang diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltim ini menjadi momentum refleksi bersama.
Sekda berharap apel seperti ini tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan menjadi ruang pembentukan budaya kerja yang disiplin, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung soal pentingnya kepemimpinan yang memberi teladan.
Menurutnya, seorang pimpinan harus menjadi contoh dalam menegakkan aturan dan menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh integritas.
“Pemimpin itu dilihat dari keteladanan. Kalau kita ingin bawahan disiplin, maka kita juga harus lebih dulu menunjukkan kedisiplinan,” tegas Iksan.
Di tengah dinamika birokrasi dan tuntutan publik yang semakin tinggi, pesan Sekda ini menjadi pengingat bahwa perubahan dalam pemerintahan dimulai dari individu ASN yang sadar akan perannya.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh ASN menjaga semangat pengabdian dan menjadikan kepatuhan terhadap aturan sebagai budaya kerja sehari-hari.
“Jika kita semua bekerja dengan disiplin dan berlandaskan aturan, maka Boltim akan semakin maju dan dipercaya oleh masyarakat,” tutupnya dengan optimisme.
Apel pagi itu pun berakhir dengan suasana yang penuh semangat.
Para ASN tampak meninggalkan lapangan dengan langkah pasti membawa pesan moral dari Sekda sebagai pegangan untuk kembali meneguhkan jati diri mereka sebagai abdi negara sejati.












