Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA) yang dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.
Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran pimpinan UMMA di Ruang Rapat Bupati Boltim, Kamis (8/1/2026).
Audiensi ini menjadi bagian dari koordinasi teknis sekaligus pemantapan rencana penempatan mahasiswa KKN UMMA di sejumlah wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Fokus utama pembahasan mencakup sinergi program pengabdian masyarakat agar selaras dengan kebutuhan desa serta agenda pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boltim memandang KKN sebagai ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga membawa dampak langsung bagi peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan di desa.
“Pada prinsipnya, pemerintah daerah, mulai dari kabupaten, kecamatan hingga pemerintah desa, siap menerima dan mendukung penuh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Manado yang akan melaksanakan KKN di Boltim,” ujar Oskar Manoppo.
Ia berharap program KKN dapat diarahkan pada kegiatan edukatif, promotif, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan, hukum, dan penguatan ekonomi digital desa.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Pelaksana Rektor UMMA, Prof. Dr. Atok Miftacul Hulda, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara UMMA dan Pemerintah Kabupaten Boltim.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat.
Prof. Atok mengungkapkan, UMMA akan menerjunkan sebanyak 217 mahasiswa KKN yang berasal dari berbagai fakultas, dengan mayoritas mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan.
Selain itu, mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Bisnis Digital juga turut dilibatkan untuk mendukung program lintas sektor di desa.
“Mahasiswa KKN akan ditempatkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kotabunan dan Kecamatan Tutuyan. Mereka terbagi dalam 31 kelompok, masing-masing beranggotakan enam hingga tujuh mahasiswa,” jelasnya.
Setiap kelompok akan didampingi oleh satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sehingga total terdapat 31 DPL yang terlibat, serta 10 Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan kelancaran pelaksanaan KKN di lapangan.
Adapun jadwal pelaksanaan KKN direncanakan berlangsung mulai 19 Januari hingga 9 Februari 2026.
Tidak hanya KKN, UMMA juga menyatakan dukungan terhadap Program Afirmasi Pendidikan Daerah (APD) yang sejalan dengan visi “satu desa satu sarjana” di Kabupaten Boltim.
Program ini mencakup Program Studi Hukum, Bisnis Digital, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat daerah.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Boltim M. Iksan Pangalima, para asisten daerah, Camat Kotabunan Idrus Paputungan, Camat Tutuyan Hesty Paputungan, serta jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Manado dan tim pendamping.












