Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai memanaskan mesin anggaran tahun depan. Sabtu (11/10/2025), Bupati Boltim Oskar Manoppo, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku memimpin langsung Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Boltim di Ruang Rapat Bank SULUTGO Manado, membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2026.
Suasana rapat berlangsung serius namun produktif. Para pejabat dari lintas perangkat daerah hadir lengkap mulai dari Sekda M. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P., jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), hingga pimpinan dari sejumlah instansi strategis seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Pariwisata, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemuda dan Olahraga, serta Direktur Rumah Sakit Daerah.
Dalam arahannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa penyusunan APBD 2026 bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud nyata tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
“Kita harus terbuka dan jujur dalam membahas setiap pos belanja. Tidak ada ruang untuk ketidaktepatan. Anggaran daerah harus berbicara tentang prioritas rakyat, bukan kepentingan sempit,” tegas Oskar dalam rapat yang berlangsung hingga sore hari.
Bupati juga menyoroti pengawasan anggaran sebagai faktor krusial keberhasilan pelaksanaan APBD.
Ia mengibaratkan fungsi Inspektorat seperti dokter yang rutin memeriksa kesehatan tubuh pemerintahan.
“Semakin sering Inspektorat turun ke lapangan, semakin cepat kita tahu di mana letak persoalannya. Amanat mandatory anggaran satu persen untuk Inspektorat harus benar-benar dijalankan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku memberi penekanan berbeda namun senada. Ia mengingatkan agar APBD 2026 menjadi cermin keberpihakan pemerintah terhadap rakyat.
“Ini adalah anggaran pertama di masa pemerintahan kami. Maka harus menjadi persembahan terbaik. Kita harus memastikan anggaran ini benar-benar pro rakyat dan mendorong potensi lokal,” kata Argo dengan nada optimis.
Rapat Banggar tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Boltim untuk menyatukan visi antara eksekutif dan legislatif.
Bukan hanya soal angka-angka, tetapi soal bagaimana anggaran dapat menghadirkan perubahan nyata dari infrastruktur hingga kesejahteraan sosial.
Melalui komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Boltim bertekad menjadikan APBD 2026 sebagai instrumen pembangunan yang transparan, akuntabel, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan arah kebijakan yang jelas dan pengawasan yang diperkuat, Boltim melangkah mantap menuju pemerintahan yang lebih terbuka, efisien, dan berpihak kepada rakyat.












