Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Hal ini ditandai dengan audiensi antara Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., bersama jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boltim yang berlangsung baru-baru ini.
Audiensi tersebut membahas kesiapan daerah dalam melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif nasional yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak usia sekolah mendapatkan asupan gizi yang seimbang sehingga mampu menunjang tumbuh kembang serta meningkatkan kualitas belajar.
SPPG sebagai mitra BGN hadir di Boltim dengan fungsi utama sebagai unit produksi dan distribusi makanan bergizi.
Kehadiran lembaga ini ibarat “dapur umum” yang akan memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar kualitas gizi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pemerintah daerah sepenuhnya mendukung implementasi program MBG.
Menurutnya, pemenuhan gizi bukan hanya soal kesehatan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan, tetapi sebuah langkah besar untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kami di Boltim siap mendukung penuh agar pelaksanaannya berjalan sesuai target,” ujar Oskar.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran dinas terkait, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan, dr. Minarni Manoppo, M.Kes., Kepala Dinas Pendidikan, Yusri Damopolii, S.Pd., M.Pd., dan Kepala Dinas Pangan, Mat Sunardi, S.PKP.
Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan keberhasilan program MBG.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Minarni, menjelaskan bahwa menu yang diproduksi SPPG akan dirancang sesuai standar kesehatan dan gizi. Ia menekankan, kualitas asupan menjadi faktor utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami akan memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan benar-benar bermanfaat untuk kesehatan anak-anak di Boltim,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Yusri Damopolii, menilai bahwa program MBG akan memberikan dampak positif langsung di sekolah. Anak-anak yang terpenuhi kebutuhan gizinya diyakini lebih fokus dalam belajar.
“Pendidikan tidak hanya soal materi pelajaran, tetapi juga kondisi fisik dan mental peserta didik. Dengan gizi yang baik, prestasi mereka tentu akan lebih meningkat,” katanya.
Dari sisi ketersediaan bahan pangan, Kepala Dinas Pangan, Mat Sunardi, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan produksi pangan lokal. Dengan begitu, selain mendukung pemenuhan gizi, program ini juga sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “Kita akan libatkan petani dan pelaku usaha lokal agar program ini juga membawa dampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memetakan tantangan di lapangan, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
SPPG Boltim menegaskan komitmennya menjalankan peran strategis sesuai standar yang ditetapkan oleh BGN.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta kerja sama lintas sektor, Boltim optimistis mampu melaksanakan program MBG secara maksimal.
Lebih dari sekadar menekan angka kekurangan gizi, langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi baru yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.












