Suasana ruang rapat Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada Senin pagi dipenuhi keseriusan.
Bupati Boltim, Oskar Manoppo, turun langsung memimpin rapat strategis membahas Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik tahun 2026.
Agenda ini dianggap sebagai momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menjemput peluang besar dari pemerintah pusat.
Dalam rapat tersebut, Oskar didampingi Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, jajaran kepala OPD, hingga staf ahli bupati.
Kehadiran lengkap jajaran pemerintahan menunjukkan bahwa agenda DAK Tematik menjadi prioritas penting untuk arah pembangunan Boltim ke depan.
Hadir pula sebagai narasumber, Ahmad Nasarudin selaku konsultan Bappenas.
Ia didampingi Frigit Setyawan sebagai PIC lapangan dan Arlis sebagai tenaga fasilitator.
Dalam pemaparannya, Ahmad menjelaskan secara rinci mekanisme DAK Tematik, termasuk tantangan teknis yang kerap dihadapi daerah.
Ahmad bahkan mencontohkan pengalaman Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang membutuhkan hampir dua tahun untuk menuntaskan proses DAK Tematik hingga tahap realisasi.
Ia menegaskan pentingnya kesiapan regulasi, kelengkapan data, serta koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar peluang pendanaan strategis ini bisa digapai.
Bupati Oskar memberikan apresiasi kepada tim Bappenas yang hadir memberikan arahan.
Ia menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen menyiapkan segala kebutuhan agar Boltim tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berhasil memperoleh dukungan dana pusat.
“Terima kasih kepada Pak Anas dan tim Bappenas. Apa yang disampaikan tadi menjadi catatan penting. Jika Bolsel membutuhkan waktu hampir dua tahun, maka kita harus bergerak lebih cepat. Insyaallah, Boltim siap mempersiapkan regulasi, aturan, dan data yang dibutuhkan. Kita juga siap berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat melalui pendampingan dari Bappenas,” tegas Oskar.
Rapat ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata Pemkab Boltim dalam memperkuat fondasi menuju program nasional.
Seluruh perangkat daerah diarahkan untuk menata regulasi, memastikan data valid, dan menyiapkan instrumen pendukung yang lengkap.
Dengan langkah tersebut, Pemkab optimistis bisa lebih siap saat peluang pendanaan dari pusat terbuka.
DAK Tematik dinilai bukan hanya instrumen finansial, tetapi juga pintu percepatan pembangunan yang dapat mengangkat kualitas layanan publik, infrastruktur, hingga sektor-sektor prioritas lain di Boltim.
Dengan arah yang semakin jelas, Bupati Oskar menekankan bahwa semangat Boltim Bangkit bukan hanya slogan, melainkan tekad yang sedang diwujudkan.
Satu langkah nyata demi satu langkah lainnya kini ditempuh untuk memastikan Boltim mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan daerah lain dalam meraih program nasional.












